Pentingnya Akurasi Data Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Gambar oleh 200 Degrees dari Pixabay

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

Perencanaan pembangunan daerah adalah salah satu upaya yang tidak akan pernah habisnya selama pemerintahan ini masih berdiri kukuh. Berbagai macam kegiatan setiap tahun selalu tetap di jalankan. Baik itu pembangunan infrastruktur fisik ataupun pemberdayaan masyarakat.
 
Menentukan perencanaan pembangunan tidak asal buat saja. Butuh perhitungan yang matang dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Sederhananya, perencanaan pembangunan daerah dapat ditetapkan setelah melihat data yang ada. Data yang terkumpul memiliki peran sangat penting dalam menentukan kebijakan tersebut.

Berbicara soal data, terkadang ada dari kita yang membuat kebijakan perencanaan dengan data yang salah. Akibatnya pembangunan yang dihasilkan tidak tepat pada sasaran. Misalnya dalam pembangunan ekonomi masyarakat miskin. Banyak sekali kita temui instansi terkait memberikan bantuan kepada masyarakat miskin, namun hasilnya ada masyarakat yang sudah mampu menerima. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Jawabannya adalah kesalahan data. Data yang digunakan tidak akurat, bahkan mungkin saja data yang digunakan adalah data lama yang telah usang. Dan banyak hal lain yang dapat dicontohkan.

PENTINGNYA AKURASI DATA

Secara sederhana data adalah kumpulan fakta yang ada di lapangan. Data bisa berupa kejadian, peristiwa, maupun fenomena alam yang terjadi. Data juga bersifat kuantitatif ataupun kualitatif.
 
Data akan berubah menjadi sebuah informasi apabila hasil kesimpulan data tersebut bisa membuat orang untuk melakukan suatu tindakan. Contoh, Misalnya di suatu desa dijumpai anak-anak yang sedang bermain di sawah yang seharusnya mereka sedang belajar di dalam kelas. Ditempat lain (masih desa yang sama)  juga ditemui anak-anak yang sedang membantu orang tuanya berjualan di pasar yang seharusnya mereka juga harus di dalam kelas. Setelah dilakukan pendataan ternyata ada puluhan anak usia sekolah yang putus sekolah karena akses jalan dan transportasi  yang sulit untuk menuju sekolah. Dari data tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa mereka membutuhkan sebuah sekolah di desa mereka.

Dalam perencanaan pembangunan data yang digunakan harus akurat. Jangan sesekali membuat sebuah kebijakan perencanaan dengan menggunakan data yang lemah akurasinya. Jika dipaksakan (Asal kegiatan Jalan) membuat kebijakan perencanan pembangunan maka hasil dari pembangunan tersebut tidak akan tepat pada sasaran.


Selain tujuan pembangunan tidak tepat sasaran, ada hal lain yang akan timbul. Tidak akuratnya data dalam perencanaan bisa menimbulkan konflik sosial ditengah masyarakat. Akan terjadi konflik sosial antara sesama masyarakat dan bahkan akan terjadi konflik antara masyarakat dan pemerintah.

PERENCANAAN DENGAN DATA YANG AKURAT

Pada bagian ketiga ini kita berandai-andai kalau data yang kita pengang adalah data yang benar dan sudah sangan akurat untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan pembangunan. Apakah sudah dapat dilaksanakan pembangunan dengan data tersebut ? Jawabannya, Belum ! .
 
Langkah berikut yang harus dilakukan adalah melakukan pengkajian terhadap data yang terkumpul.  Tahap ini harus melibatkan orang banyak agar dapat di menentukan kebijakan yang tepat. Pasalnya dengan satu data, banyak kebijakan perencanaan pembangunan yang dapat buat.

Kembali kita contohkan data anak putus sekolah yang telah saya tulis diatas. Setelah dianalisis, bisa saja perencanaan pembangunan yang diambil adalah dengan memaksimalkan ruas jalan dan membangun moda transportasi yang lancar agar akses menuju sekolah tidak ada hambatan.
 
Pertanyaannya apakah kebijakan ini efektif menuntaskan masalah anak putus sekolah karena akses menuju sekolah sulit ? Sangat efektif ! . Apakah Efisien ? Saya rasa kebijakan yang paling tepat adalah membangun sekolah di desa dimana anak-anak itu tinggal. Karena ada beberapa sektor lain yang terbangun dengan sendirinya. Jika akses jalan dan transportasi di tingkatkan maka para orang tua akan mengeluarkan biaya transportasi untuk anak-anak mereka menuju ke sekolah. Jika Sekolah yang dibangun, maka tidak ada biaya transportasi, masyarakat sekitar bisa berjualan di sekolah, adanya toko alat tulis di sekitar sekolah, dan lain-lain. Secara tidak sadar akan ada sektor lain yang terbangun dengan sendirinya dengan satu kebijakan yang tepat.
 

KESIMPULAN

Hal yang paling utama dalam perencanaan pembangunan adalah keakuratan data dan ketepatan dalam menentukan kebijakan setelah data dianalisis. Dua hal tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Salah mengambil kebijakan meskipun data akurat hasilnya tidak akan sempurna. Begitu pula jika benar dalam mengambil kebijakan dan ternyata menggunakan data yang salah.

Posting Komentar

0 Komentar