Jadilah Kupu-Kupu Ditengah Masyarakat

Rozipiliang.com-Mengambil judul yang sedikit nyeleneh adalah alasan saya untuk dapat menyadarkan banyak orang. Semoga dengan judul yang sedikit aneh ini dapat merubah pola pikir kita dalam bertingkah laku dalam masyarakat. Manusia tercipta sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial kita harus bisa hidup berdampingan dengan orang laian. Hidup yang berdampingan seharusnya tercipta suasana yang bersahaja dan damai. Kenyatan yang terjadi di dunia nyata tak sedikit timbul konflik konflik sosial. Konflik sosial memang sebuah seni dalam kehidupan. Yang harus diingat bahwa serumit apapun konflik sosial, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.


Sifat atau tingkah laku kita ditengah-tengah masyarakat akan menjadi cerminan kondisi apa yang akan tercipta. Sekelompok orang yang memimiliki tingkah laku baik akan menciptakan suasana yang sangat damai, suasana yang didamba-dambakan oleh banyak orang. Namun sebaliknya, jika sekelompok orang semuanya memiliki sifat yang buruk, tidak akan tercipta suasana yang baik.  

Menciptakan susana yang baik sebenarnya bisa kita lakukan bersama-sama. Singkatnya, kita saling berbuat baik dengan orang orang seskeliling kita. Dengan demikian tidak akan ada situasi situasi yang tidak diinginkan terjadi. Berbuat baik tidak bisa semerta merta melakukan hal-hal yang menurut kita baik, melainkan kita harus mengevaluasi apakah kebaikan yang kita perbuat merupakan suatu kebaikan bagi orang lain.

Jadilah Kupu-Kupu


Gambar oleh Schwoaze dari Pixabay

Kenapa saya mengambil filosofi kupu-kupu dalam mencerminkan kebaikan dalam kehidupan ? Jawabanya adalah karena kupu kupu adalah makhluk lemah namun memiliki banyak manfaat.

Pertama saya bahas kupu kupu makhluk yang lemah. Kenapa saya ingin menyamakan kita sebagai makhluk yang lemah ? ya memang kita ini dimata tuhan tidak ada apa-apa. Kita hanyalah seonggok daging yang diberkan tulang belulang sebagai penumpu dan otak sebagai pengendalinya. Semua manusia diciptakan tuhan dengan proses dan struktur yang sama. Tidak ada hal yang dilebihkan atau dikurangkan. Dibalik itu semua, seperti kupu-kupu tuhan memberikan sejuta rahasia dan manfaat kepada manusia.

Baca Juga : Jangan Jadi Manusia Anti Kritik


Selanjutnya tentang manfaat yang ada pada kupu-kupu. Mari kita lihat kupu-kupu, Coba kita amati apa yang dikalukan kupu kupu dan apa pendapat kita tentang kupu-kupu tersebut ?

Kupu-kupu indah dipandang mata, jika dilihat dari kasat mata, tak ada orang yang tidak suka melihat kupu-kupu. Selanjutnya dimanapun kupu kupu hinggap tidak akan membuat kekacauan apalagi kerusakan. Litah tangkai bunga yang dihinggapinya, jangankan patah begerak sedikit saja tidak ada. Lihat apa yang dibuat kupu-kupu terhadap yang dihinggapinya, bukannya mengemis untuk hidup melainan membantuk untuk penyerbukan.

Begitulah seharusnya kita ditengah tengah masyarakat. Dimanapun kita berada seharusnya kita menjalin hubungan baik dengan orang orang disekeliling kita. Jangan setelah kita datang timbul konfilk konflik yang tidak diinginkan. Jangan samapai orang orang disekeling kita benci sama kita, jangankan utuk bertegur sapa, melihat kita saja orang sudah malas. Sebaiknya dimanapun kita berada kita dapat membantu sesama dan menjadi orang yng berperan penting bagi kebaikan orang lain. Simbiosi Mutualisme adalah yang terpending dalam hidup berdampingan. Semua saling menguntungkan. Tidak ada iri hati dan dengki, dll.

Salah satu pepeatah orang minangkabau menggambarkan tentang ini. Pepatah tersebut adalah "Lamak dek awak, Katuju dek Urang". Artinya semua perbuatan yang kita lakukan hendaknya sesuatu hal yang kita sukai dan juga di sukai orang lain. Jangan berbuat untuk menguntungkan kita sendiri, sedangkan orang-orang disekeliling kita tidak menyukai hal tersebut.

Semoga kita dapat mengaplikasikannya dalah kehidupan sehari-hari. Mari ciptakan suasana yang baik. Hentikan semua konflik-konflik yang hanya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

Post a Comment

0 Comments