6 Teknik Menghadapi Masyarakat Awam dalam Pelayanan Publik

Sebelum saudara melanjutkan membaca saya doakan Saudara/Saudari dalam keadaan sehat walafiat. Siapa diantara saudara  yang bekerja sebagai pelayan publik ?. Jika ada, maka pekerjaan kita saat ini sama dan tulisan ini akan sangat berguna bagi saudara.

Saya yakin pada saat saudara melayani masyarakat di kantor, ada hal-hal yang tidak terduga terjadi. Salah satu kemungkinan terjadi adalah masyarakat datang ke kantor dengan raut wajah emosi seperti akan meluapkan kemarahannya kepada saudara. Mereka mungkin merasa ada hak mereka yang tidak diberikan sehingga tidak terima dengan keputusan tersebut.

Bagi yang belum pernah mengalami kejadian tak terduga tersebut mungkin akan merasa aneh dengan cerita saya diatas. Akan tetapi coba saudara bayangkan kalau hal tersebut benar-benar terjadi, dan saudara belum siap untuk menghadapinya karena belum ada pengalaman. Bagi yang sudah terbiasa tentu akan sangat siap menghadapi kejadian tersebut.

Secara umum setiap individu memiliki cara masing-masing untuk menghadapi situasi tersebut. Namun terkadang cara yang dipilih justru membuat masyarakat awam yang datang tambah emosi. Untuk menghindari hal tersebut saya akan beri beberapa tips kepada saudara. Tips ini sudah saya terapkan dalam berbagai situasi saat menghadapi masyarakat saat memberikan pelayanan.

6 Teknik Menghadapi Masyarakat Awam


  
Menghadapi masyarakat
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

1. Bersikap Tenang

Kunci pertama yang harus saudara pegang adalah selalu mempertahankan diri untuk bersikap tenang. Ini sangat penting untuk menghadapi masyarakat yang emosi. Jika saudara terbawa dalam suasana emosi dan tidak menerima perkataan dari masyarakat tersebut, maka masalah saudara tidak akan bisa diselesaikan. Saudara harus mampu menahan diri dan bicarakan secara baik dengan masyarakat tersebut. Apapun perkataan yang terlontar dari mereka abaikan saja, namanya juga emosi.

2. Dengar Pendapat

Selanjutnya saudara harus memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada masyarakat tersebut untuk menyampaikan maksud dan tujuannya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berpendapat. Selagi mereka berbicara jangan sesekali memotong pembicaraannya kecuali mereka meminta saudara untuk bicara. Dengarkan pendapat mereka dengan baik seolah-olah saudara memberikan perhatian yang lebih terhadap dirinya.

3. Sanggah (Jika Memang Mereka Salah)

Setelah selesai mereka meluapkan emosinya, silahkan sanggah perkataan mereka jika memang mereka salah. Dalam menanggapi ucapan mereka saudara harus ingat poin nomor 1, tetap bersikap tenang dan jangan terbawa dalam emosi. Jika sampai nomor 3 ini masalah belum selesai maka saudara harus masuk ke langkah berikutnya.

4. Beri Pemahaman Yang Baik

Salah satu cara terbaik untuk menenangkan suasana hati masyarakat tersebut adalah memberikan pemahaman yang baik. Jelaskan kepada mereka apa yang tidak mereka pahami. Tetap tersenyum saat menjelaskan (senyum akan membuat suasana menjadi tenang). Terkadang setelah saudara jelaskan mereka masih tidak terima dengan apa yang saudara sampaikan. Jangan emosi tetap pertahankan situasi diri saudara.

5. Ajari Mereka

Mengajari masyarakat yang saya maksud bukan mengajari bagaimana cara mereka datang ke kantor saudara. Bukan juga mengajari tentang cara berbicara soal sopan santun. Jika saudara mengomentari sikap mereka yang mungkin tidak sopan, maka kemungkinan hal yang lebih buruk bisa terjadi. Ajarkanlah mereka tentang kesalahpahaman maksud yang dipermasalahkan. Bicarakan topik masalah saja. Kalau soal sopan santun dan tingkah laku, secara tidak sadar saudara telah mengajarkan itu kepada mereka. Sikap saudara yang tenang dan soban sudah memberikan contoh terbaik bagi mereka.

6. Ubah Suasana Menjadi Gembira

Saya yakin kalau saudara telah melaksanakan 5 langkah diatas dengan baik, tidak akan ada masalah baru yang timbul. Selanjutnya saudara harus mengubah suasana yang tadinya tegang menjadi suasana yang riang dan gembira. Buat mereka nyaman saat berhadapan dengan mereka. 


Itulah beberapa langkah yang bisa saudara lakukan untuk menghadapi masyarakat awam. Bersyukurlah saudara bisa bekerja sebagai pelayan masyarakat.  Tidak semua orang bisa memiliki pengalaman seperti ini. Setidaknya saudara adalah salah satu orang yang memiliki pengalaman tersebut. Selalu bekerja dengan baik dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Terima kasih.

Posting Komentar

0 Komentar