Tolak Jenazah Perawat (Pahlawan kemanusiaan), Air Susu Dibalas Air Tuba

tolak jenazah covid-19


Postingan ini saya tulis untuk kalian orang orang yang sok bijak dalam mencegah penyebaran covid-19. Kalian yang memprovokasi orang orang disekeliling kalian untuk ikut andil dan bergabung dalam menolak jenazah pasien positif covid-19 termasuk tenga medis/tenaga kesehatan. Tanpa disadari bahwa kalian telah mengusik hati keluarga para pahlawan kemanusiaan bangsa ini.

Pahlawan Kemanusiaan


Berbicara soal pahlawan tentu yang ada dalam benak pikiran kita adalah orang-orang dahulu yang berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang mengankat senjata dan susah payah mencapai kemerdekaan serta rela mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan kita bersama. Tapi, tahukah kalian bahwa di tengah-tengah musibah wabah Corona ini ada pahlawan lain yang sedang berjuang mati-matian untuk negara ini ?. Jika kalian tidak mengetahui siapa mereka, dalam tulisan ini saya akan coba jelaskan kepada kalian siapa para pahlawan tersebut.

Negara-negara di dunia termasuk di negara kita sendiri Indonesia, sedang dilanda oleh wabah corona virus (Covid-19) yang dianggap mematikan. Untuk melawan wabah ini ada banyak sekali pahlawan pahlawan kemanusiaan yang turun langsung berperang menghadapi virus ini. Mereka adalah Dokter, Perawat, Ahli Teknologi Laboratorium Medic(ATLM), dan tenaga lainnya bahkan hingga sopir ambulance sekalipun. Mereka adalah orang-orang yang berada di barisan terdepan berperang melawan wabah virus ini. Orang-orang yang tulus dan ikhlas merawat keluarga kalian yang terpapar Covid-19. Mereka adalah orang orang yang sedang berhadapan lansung dengan virus mematikan tersebut.


Kalian orang-orang yang sok bijak hanya dihimbau untuk berdiam diri di rumah, menghindari keramaian atau kerumunan, menjaga jarak dan lain-lain. Sedangkan mereka pahlawan kemanusiaan ini berjuang menghadapi keganasan virus Corona. Mereka meninggalkan keluarga dan turun langsung di tengah medan pertempuran demi Indonesia kembali pulih. Mereka juga punya suami/isteri, mereka juga punya anak, mereka juga punya orang tua, mereka juga punya orang-orang yang mereka cintai. Mereka juga tidak mau mati sia-sia dan meninggalkan orang-orang terkasih mereka, akan tetapi kalau mereka tidak berbuat, Indonesia akan jadi apa ? Siapa yang akan mengobati orang sakit ? siapa yang akan merawat ? dll.

Lalu diantara mereka ada yang gugur, dan kenapa kalian orang-orang yang sok bijak malah menolak jenazah mereka dimakamkan ? apa salah mereka sehingga hati kalian begitu buta seolah-olah tidak punya hati nurani terhadap apa yang telah menimpa mereka. Apakah kalian lupa bahwa mereka  merawat, mengobati saudara-saudara kalian yang positif terpapar virus Corona di ruang isolasi. Kalian hanya bisa berbuat apa? kalian hanya berada diluar ruangan isolasi melihat mereka tenaga kesehatan berjuang untuk keluarga kalian yang sedang melawan penyakitnya. Bahkan sebagian dari kalian ada yang hanya menunggu dirumah. Masih Pantaskah kalian tolak jenazah mereka ?. 

Jika kalian menjawab "pantas !" dengan alasan mencegah penyebaran virus corona, maka hati kalian benar-benar telah buta. Semua telah ada prosedurnya, semua sudah ada yang atur. Kalian hanya tinggal mengikuti aturan-aturan tersebut. Bukan untuk membuat aturan sendiri dalam penanganan masalah ini. Sungguh "air susu dibalas dengan air tuba".

Renungan


Sekarang Coba Renungkan, coba bayangkan jika yang gugur dalam tugas tersebut adalah kakak/adik kandung bahkan orang tua kandung kalian sendiri, kalian sebagai keluarga, apakah kalian akan masih menolak jenazah tersebut ?. Apakah kalian tega melihat jenazah saudara kandung kalian sendiri tidak diterima oleh orang-orang yang ada di sekeliling kalian sendiri. Itu sangat menyakitkan dan menyedihkan bukan ?

Atau sekarang coba bayangkan, bagaimana yang menjadi korban positif  Covid-19 itu adalah diri kalian sendiri. Di saat kalian meninggal, jenazah kalian ditolak oleh orang-orang disekeliling kalian, bayangkan Bagaimana sedih dan pilunya hati keluarga kalian melihat jasad saudaranya sendiri tidak boleh dimakamkan di sekeliling orang-orang yang mereka kenal.

Kita Harus Apa ?


Yang harus kita lakukan adalah saling memberikan semangat, saling memberikan dukungan, dan saling memberikan kepercayaan. Kita harus percaya bahwa semua ini adalah ujian dari Allah. Kalian tidak perlu menolak, menjauhi, bahkan hingga mengucilkan tenaga kesehatan yang sedang susah payah berjuang. Mereka adalah pahlawan yang sangat dibutuhkan ditengah musibah ini.

Baca Juga : Langkah Dasar Perlindungan Terhadap Virus Corona


Penutup dari saya, tolong hargai perjuangan seseorang, jikalaupun mereka gugur dalam tugas, semua telah diatur agar tidak ada penularan kepada yang lain. ikutilah himbauan dan aturan yang telah ditetapkan. Jika salah seorang dari kalian (orang-orang sok bijak dalam mencegah penularan covid-19) membaca tulisan ini, Kalian hanyalah sekelompok orang-orang beruntung yang masih belum diberi ujian oleh Allah SWT, Semoga kalian selalu diberi nikmat kesehatan dan umur yang panjang. Aaamiin.

Tulisan ini saya buat hanya untuk mengungkapkan kegeraman hati saya setelah membaca beberapa berita tentang sekelompok orang yang menolak jenazah perawat (tenanga kesehatan). Semoga kejadian itu tidak terulang di tempat lain.


Salam Hormat,
Rozi Piliang


Post a Comment

0 Comments