Aku Tak Mudik Karena Aku Sayang Keluargaku

Kampung Halamanku


Mudik atau pulang kampung sesuatu hal yang tak perlu diperdebatkan. Mau mudik atau pulang kampung adalah keinginan yang sangat besar bagi kami anak rantau. Kerinduan yang sangat mendalam akan berkumpul dengan sanak saudara (Keluarga Besar).

Sebagian besar alasan kami merantau adalah untuk mengadu nasib di negeri orang dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik. Bagi sebagian yang sudah berhasil dirantau, tak akan lupa dengan kampung halamannya. Kerinduan masa kecil di kampung itu pasti akan selalu memanggil.

Hari raya idul fitri biasanya adalah momen yang sangat kami rindukan. Karena bagi yang bekerja full time akan dapat jatah libur yang banyak pada momenn itu. Kami para perantau akan manfaatkan momen itu untuk pulang ke kampung halaman.

Namun tahun ini sedikit berbeda, meskipun banyak perantau yang pulang kampung tapi tak sedikit juga yang memilih untuk tetap diperantauan. Ada apa tahun ini ? Kenapa tak pulang ? Tak rindu kah ? Ingat ! Keluarga kalian menggu di kampung.

Aku Tidak Pulang Kampung


Meskipun keluarga di kampung sangat merindukan akan kepulangan kami, namun untuk Hari Raya Idul Fitri tahun ini sebagian dari kami memilih untuk tetap di rantau. 

Pemerintah telah meminta untuk para perantau untuk tidak kembali ke kampung halamannya atau mudik. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan jika seseorang yang kembali ke kampung halaman dari daerah zona merah virus Corona maka dapat menularkan kepada orang-orang di kampung halaman. Dengan alasan himbauan pemerintah tersebutlah kami masih tetap bertahan di daerah perantauan. Kami bukan tak rindu dengan kampung halaman tapi kami tak pulang karena kami sangat cinta dengan orang-orang yang ada di kampung.

Wabah pandemi virus Corona telah mengubah semua rencana kami untuk pulang ke kampung pada tahun ini. Wabah ini begitu menakutkan Sehingga kami lebih memilih untuk tetap di perantauan. Langkah ini kami ambil karena kami tak ingin orang-orang di kampung terjangkit virus berbahaya tersebut gara-gara kami.

Pesan Untuk Perantau Yang Telah Mudik


Bagi saudara-saudara kami kawan-kawan senasib diperantauan yang telah terlebih dahulu kembali ke kampung halaman ataupun terpaksa untuk pulang kampung, dimohonkan kepada teman teman untuk mengikuti prosedur pemerintah. Jawablah dengan jujur setiap pertanyaan yang mereka berikan. 

Baca Juga : Jangan Tolak Jenazah Perawat, "Air Susu Dibalas Air Tuba"


Jika ditanya riwayat perjalanan, maka jawablah dengan jujur. Jangan bahongi para petugas di posko perbatasan. Ini demi kebaikan kita semua. Demi kita para perantau dan demi orang orang terkasih di kampung halaman.

Pesan Buat Yang Belum Mudik


Teruntuk teman teman perantau yang masih di daerah perantauannya, jika tidak ada sesuatuhalpun yang mendesak untuk pulang kampung, mohon tunda dulu keinginan tersebut. Jikalau alasannya hanya kerinduan, semua dari kita anak rantau ingin pulang adalah karena rindu. 

Tahanlah kerinduan itu sementara, jika kita bersabar kerinduan itu akan berubah menjadi suasana yang begitu indah, begitu hangat, dan begitu sangat bahagia. Jangan paksakan untuk pulang, jangan samapai rasa kerinduan yang sesaat itu berubah menjadi tangisan. Ingat ! Penyesalan selalu datang diakhir.

Dipenutup tulisan ini kembali saya sampaikan. Kami tak pulang karena kami sayang orang orang di kampung Halaman. 

Salam dari Rantau.

Post a Comment

0 Comments