Sosial Media Membuat COVID-19 Menjadi Virus Paling Ditakuti di Dunia

Gambar oleh amrothman dari  Pixabay


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. saya Rozi Piliang Pada kesempatan kali ini ingi sekali menulis tentang Bagaimana peran media dalam memberikan informasi seputar virus Corona yang melanda dunia.

Setelah tersebar di beberapa grup WhatsApp,  WhatsApp Story, Instagram Story dan lain-lain, membuat saya berpikir bahwa ini adalah salah satu logika yang benar. tanpa melihat Bagaimana berita itu muncul , Apakah itu menjadi sebuah berita hoax atau berita yang benar, tetapi cara pandang ini benar menurut saya. Entah siapa yang membuat perbandingan ini, namun cara pandang Dan logikanya sangat bagus. Bagi siapapun yang menulis perbandingan ini dan orang tersebut membaca tulisan yang saya posting di blog saya ini, saya minta izin untuk saya tulis di dalam blog ini.

Di dalam penjelasannya yang tersebar dalam grup grup WhatsApp tersebut memberikan atau melihatkan kepada kita perbandingan coronavirus dengan virus virus yang lainnya yang sudah terjadi lebih dahulu.

Mari kita lihat perbandingannya, pada tahun 2003 terjadi wabah virus yang bernama SARS, dengan tingkat kematian 10% dan terjangkit di 26 negara. Pada tahun 2009 terjadi wabah flu babi, dengan angka kematian 4,5% dan menginfeksi 57 orang. Pada tahun 2014 wabah ebola pun melanda dunia dengan tingkat kematian 25% atau membunuh sedikitnya 11.310 orang. dan sekarang tahun 2020 maraknya wabah coronavirus yang hanya tingkat kematiannya 2% dan membunuh 3.052 orang.

Dalam tulisan tersebut ada sebuah pertanyaan yang juga diberikan oleh penulis. Kenapa Covid-19 sepertinya lebih menakutkan daripada virus-virus yang ada di sebelumnya ?. Pertanyaan selanjutnya, Mengapa ekonomi global ambruk karena dampak virus ini ?

Peran Media Terhada COVID-19


Penulisnya pun menjawab dengan pandangannya bahwa cara kita mengkonsumsi berita hari ini telah berubah dari sebelumnya.

Apa yang berubah ? 

Pada tahun 2003, waktu wabah SARS melanda, belum ada sosial media Facebook dan sosial media WhatsApp. Pada tahun 2009 pada saat flu babi melanda dunia, pengguna FB hanya 150 juta orang. dan pada tahun 2014 saat ebola menyebar, pemakai WhatsApp hanya 450 juta orang. Namun berbeda pada tahun 2020,  pada saat Covid-19 melanda dunia dan banyak negara, pengguna Whatsapp dan Facebook sangat tinggi. Pengguna Whatsapp berjumlah 2 miliar orang dan pengguna Facebook 1,6 miliar orang.

Sumber : tersebar di group WhatsApp


Menurut penulisnya, kekuatan sosial media mempengaruhi berita-berita buruk belum pernah terjadi sebelumnya, dengan 3,6 miliar orang di sosial, media akan memberikan pemahaman yang berbeda seolah-olah ini lebih menakutkan daripada yang sebelumnya. Padahal virus-virus sebelumnya tidak tersebar secara signifikan di sosial media yang orang-orang tidak mengetahuinya.

Kalau dahulunya ada sebuah wabah yang melanda suatu wilayah, mungkin daerah yang terkena wabah atau orang-orang tertentu seperti petugas medis dan pemerintah setempat yang mengetahui hal tersebut. Sehingga tidak menjadi suatu ketakutan yang berlebihan di kalangan masyarakat. Namun kenyataannya sekarang ini dengan adanya sosial media, kejadian manapun di belahan dunia akan mudah terekspost.  Grup grup teman sekolah, grup alumni, grup keluarga, grup komunitasdan Grup lainnya akan membagikan hal yang sama,  yang akan membuat berita ini booming terlalu cepat.

Jadi, pesan saya tetap jaga kesehatan dimanapun anda berada,  kita tidak boleh juga angkuh atau menyepelekan semua wabah atau ujian yang diberikan tuhan. Sampai postingan ini saya tulis, wabah corona (COVID-19) belum usai, sehingga Postingan saya ini belum bisa ditarik kesimpalan yang benar. Postingan ini hanya anggapan sementara saya, yang sejauh ini sependapat dengan yang menulis perbandingan tersebut. Semua orang belum tau bagaimana kedepannya tentang penyakit ini. Namun kita juga tidak bisa terlalu takut dengan apa yang telah terjadi,  Jangan jadikan sosial media membuat orang yang awam menjadi lebih ketakutan dengan media-media yang belum tentu kebenarannya.

Terima kasih telah membaca tulisan saya ini dan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada orang yang telah membuat perbandingan ini yang telah membuat kita menjadi sadar ternyata media bisa membuat segalanya berubah.


Post a Comment

2 Comments

  1. saran aja supaya lebih diperdalam lagi dalam menerima dan menganalisis data dan informasi dari luar.. jadi jangan terkesan asal (terlalu dini) untuk menyimpulkan suatu hal

    ReplyDelete

Tinggalkan Kritik & Saran Dengan Berkomentar

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)