Cerita sedih orang tua di kampung saat anaknya dirantau

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, cerita ini saya tulis di tengah-tengah maraknya virus Corona di belahan dunia termasuk Indonesia. Banyak cerita, banyak kisah yang dilahirkan setelah  wabah ini melanda dunia. dalam kasus ini saya lebih menyoroti Bagaimana kesedihan orang tua di kampung saat anaknya di rantau.

Merantau bukanlah hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia, Kebanyakan orang memilih untuk meninggalkan kampung halaman dan pergi merantau ke negeri seberang untuk mencari banyak pengalaman dan juga ada yang bertujuan untuk merubah ekonomi keluarga.

tak sedikit dari para perantau yang berhasil di daerah tujuannya, yang membuat ia harus menetap di sana untuk melanjutkan kesehariannya. Biasanya para perantau pun tak akan pernah lupa dengan kampung halamannya. Hari Raya Lebaran Idul Fitri atau hari libur nasional adalah momen terbaik para perantau kembali ke kampung halamannya.

Namun sekarang bukanlah waktu untuk pulang kampung itu tiba. Para perantau masih sibuk dengan aktivitas dan kegiatannya di daerah yang telah ditempatinya. Tapi sekarang yang agak sedikit berbeda.

Akhir-akhir ini ada sebuah virus yang bernama Corona sedang melanda dunia termasuk Indonesia. Banyak program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini. Salah satunya tidak memperbolehkan para perantau untuk kembali ke kampung halaman.

Program ini sebenarnya tidak menjadi sebuah permasalahan yang besar, Karena untuk penjagaan memang kita harus bisa menahan diri untuk melakukan sesuatu.

Namun yang menjadi pokok permasalahan adalah, Bagaimana perasaan orang tua di kampung halaman saat anak-anaknya di daerah perantauan, apalagi daerah tersebut masuk zona merah penyebaran virus Corona. Para orang tua di kampung halaman hanya bisa berdoa kepada Allah dan selalu menghubungi anak-anaknya agar dapat selalu menjaga kesehatan.

Begitu besar cintanya orang tua kepada anaknya, setiap saat ditelepon, setiap hari dihubungi. Apakah ini salah ? Apakah orang tua di kampung halaman masih menganggap anaknya itu adalah anak  kecil ?

Jawabannya tidak, itu adalah naluri orang tua yang jauh dari anak. Bagaimanapun ia tak akan pernah membiarkan anaknya sakit tanpa pengawasannya. Namun sekarang orang tua di kampung halaman tak bisa berbuat apa-apa. Ia tak bisa untuk menjenguk anaknya di daerah rantau dan anaknya juga tak bisa pulang ke kampung halaman karena ada beberapa kebijakan yang harus ditaati.

Apa yang bisa dilakukan?


Bagi orang tua di kampung halaman doakan anakmu selalu sehat di daerah perantauan, doakan dia selalu dijaga oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan dijauhkan dari marabahaya.

Bagi kalian yang ada di perantauan, jangan kalian berhuru hara, jaga diri, jangan bebal dengan aturan yang telah ditetapkan, doakan selalu orang tuamu di kampung halaman, Jangan karena kamu telah berhasil di daerah Rantau kamu menganggap bisa menjaga dirimu sendiri, ingat Duhai perantau orang tuamu menunggumu di rumah dengan penuh kesedihan.

Mari bersama kita menjaga diri dengan cara mengitu aturan yang telah dibuat pemerintah, jangan egois. mari kita lalukan dengan ikhlas. Insyallah , Lebaran tahun ini kita akan berkumpul dengan keluarga kita di kampung halaman. Aaamiin.

Posting Komentar

0 Komentar