Ruang Lingkup Konsepsi Pelayanan Publik Di Pemerintahan

Ilustrasi Pelayanan publik


Assalamualikum Wr. Wb
Kali ini Rozi Piliang akan membahas konsep pelayanan publik secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sesama.

          Dalam wacana kebijakan publik, telah lama digaungkan makna dan pengertian pelayanan publik (public service) yang berorientasi pada terpenuhinya harapan atau keinginan penerima layanan publik. Pelayan publik yang demikian dapat dilihat dimensi-dimensi pelayan seperti ; pelayanan yang cepat, pelayan yang tepat, pelayanan yang akurat, pelayanan dengan biaya terjangkau oleh penerima layanan dan pelayanan yang dilaksanakan oleh pelayan yang ramah dan bijaksana.

         Sampara Lukman pada tahun 1999 menulis sebuah buku yang berjudul Kualitas Pelyanan Publik menjelaskan bahwa "dalam manajemen pelayanan publik mengajarkan bahwa apapun bentuknya dan bagaimanapun situasinya, sebagai aparatur pelayanan, tidak ada alasan sedikitpun untuk tidak berusaha memuaskan customernya (penerima layanan/Masyarakat)". 

          Oleh karena itu, paradigma dilayani oleh yang ber-eselon lebih rendah nampaknya tidak relevan lagi dengan semangat reformasi yang selama ini selalu diagung-agungkan. Pelayanan yang benar seperti yang diajarkan dalam manajemen pelayanan  publik adalah pejabat yang eselonnya lebih tinggi memfasilitasi pejabat yang eselonnya lebih rendah dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.

          Selanjutnya Sampara Lukma Juga mengutib sebuah buku dari Daviddow dan Uttal pada tahun 1989 yang menyatakan bahwa pelayanan merupakan kegiatan/ keuntungan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumer yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Dalam pelayanan yang disebut konsumen / Masyarakat yang mendapat manfaat dari aktivitas yang dilakukan oleh organisasi pemberi layanan. Pelayanan yang dikatakan sebagai pelayan tidak berwujud tersebut berarti bahwa pelayanan yang didapatkan hanya dapat dirasakan.


Baca Juga : Perspektif Dan Proses Berfikir Dalam                                   Komunikasi Pemerintahan



Pada Tahun 1991 Norman mengetengahkan karakteristik pelayanan sebagai berikut :


  1. Pelayan sifatnya tidak dapat diraba, perlayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
  2. Pelayanan itu kenyataannya terdiri dari tindakan yang nyata dan merupakan pengaruh yang sifatnya adalah tidak sosial.
  3. Produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumya kejadiannya bersamaan dan terjadi ditempat dan waktu yang sama.       
     Karakter tersebut dapat dijadikan dasar bagaimana memberikan pelayanan publik yang terbaik dan prima kepada masyarakat.

Pelayanan publik atau (pelayanan umum) yang berkaitan dengan publik yang diselenggarakan oleh organisasi publim dapat diklasifikasikan sebagai berikut;

  • Bersifat Primer; adalah semua penyediaan barang dan atau jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang didalamnya pemerintah merupakan satu-satunya penyelengara dan dan pengguna, mau tidak mau harus memanfaatkannya.
  • Bersifat Sekunder; adalah segala bentuk penyediaan barang / jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang didalamnya pengguna atau masyarakat tidak harus menggunakannya karena ada beberapa penyelenggara pelayanan non pemerintah.       

Sumber : Modul pembelajaran Mahasiswa/Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Semester 5 Tahun 2016.

Sekian pembahasan kita untuk artikel ini, penjelasan lebih lanjut akan saya porting pada post berikutnya. jika ingin berlangganan bisa menambahkan alamat email pada kolom yang ada dibawah postingan ini, dengan demikian kalian akan selalu mendapatkan email setiap postingan terbaru dari saya. Jika ada kritik dan saran jangan sungkan untuk menuliskan pada kolom komentar. terimakasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Ruang Lingkup Konsepsi Pelayanan Publik Di Pemerintahan"

Post a Comment

Tinggalkan Kritik & Saran Dengan Berkomentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel